*AL QURAN & UMUR*
*Berkata Abdul Malik bin Umair:*
*"Satu-satunya manusia yang tidak tua* adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".
*"Manusia yang paling jernih akalnya* adalah para pembaca Al-qur'an".
*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".
*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.*
"Perbanyaklah membaca *Al-qur'an* jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".
*Berkata Ibnu Solah :*
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca *Al-qur'an*, maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".
*Berkata Abu Zanad :*
"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca *Al-qur'an".*
*Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah:*
"Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".
"Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan".
*Berkata sebagian ahli tafsir :*
"Manakala kita menyibukkan diri dengan *Al-qur'an* maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada *Allah* agar mberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca *Al-qur'an* dan mengamalkan kandungannya".
Bila anda Cinta pada *Alqur'an* maka sebarkanlah. Demi *Allah,* sekian banyak orang yang membaca *Alqur'an* maka pahala akan mengalir pd anda.
*Umur kita terlalu singkat*
... hingga *ALLAH* kurniakan *lailatul qadar* untuk menambah umur amal.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* pinta *bersilatulrahim* untuk memanjangkannya.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *Puasa Enam hari* di bln Syawal spt berpuasa setahun.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *baca Surah Al-Ikhlas* spt membaca sepertiga *Al-Quran*.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat di Masjidil Haram* spt sholat 100 ribu lebih di masjid lain.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat berjemaah* nilainya 27x lebih drpd sholat sendirian.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat sunat di rumah* nilainya 25x lebih dpd sholat dilihat mata orang
*Hidup ini terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *satu huruf bacaan Al-Quran* dgn 10 pahala/kebaikan.
*Hidup ini terlalu singkat*
...ALLAH kurniakan siapa yg *beramal jariyah, berbagi ilmu yg bermanafaat, dan menjadikan anak2nya yg soleh,* pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya.
Wahai diri..., *usia umat Nabi Muhammad Saw. rata2 hanya 63 - 65* tahun. Kalau saat ini usia kita *Sdh 45 th,* paling lama *20 th* lagi Malaikat Al Maut akan menjemput kita..
*HIDUP INI TERLALU SINGKAT... JANGANLAH DISIA-SIAKAN KESEMPATAN YG DIBERIKAN ALLAH SWT. ... MARI BANYAK BERSAMA AL QUR'AN*
Baarokallaah......
Rabu, 10 Januari 2018
Rabu, 03 Januari 2018
Syarat Sukses Mencari Ilmu
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
SYARAT SUKSES MENUNTUT ILMU AGAMA
Sebagaimana yang disampaikan oleh al Imam asy Syafi’I dalam sya’irnya, beliau mengatakan :
ุฃุฎู ูู ุชูุงู ุงูุนูู ุฅูุง ุจุณุชุฉ * ุณุฃูุจูู ุนู ุชูุตูููุง ุจุจูุงู
ุฐูุงุก ูุญุฑุต ูุงุฌุชูุงุฏ ูุจูุบุฉ * ูุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ ูุทูู ุฒู ูุงู
“saudaraku, engkau tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara, aku akan memberitahukanmu secara terperinci yaitu: Kecerdasan, Keinginan yang kuat, Kesungguhan/Semangat, Bekal, Bimbingan seorang guru, dan Waktu yang panjang.”
Ke enam syarat yang disebutkan oleh al Imam Syafi’i tersebut adalah perkara yang mesti dimiliki oleh seorang penuntut ilmu agama jika ingin sukses di dalam mendapatkan ilmu tersebut.
1. Kecerdasan (ุฐูุงุก)
Kecerdasan ada yang berupa bawaan, yaitu memang sudah Allah tetapkan baginya sejak lahir. Dan ada pula kecerdasan yang mesti diusahakan oleh seseorang, yaitu dengan cara berdo’a memohon hal tersebut kepada Allah, sering bermuamalah dengan al Qur’an (membacanya/mentadaburinya/menghafalnya) karena salah satu keberkahan dari al Qur’an adalah meningkatkan kecerdasan seseorang.
2. Keinginan yang Kuat (ุญุฑุต)
Ketamakan akan ‘ilmu agama, betul-betul menginginkan ilmu tersebut dan keinginan kuat tersebut akan memberikan tenaga yang sangat besar bagi seorang penunutut ilmu agar mendapatkan apa yang ia inginkan, dan dengan keinginan yang kuat juga ia membuat target misalnya setiap hari dia harus membaca buku selama 2 jam. Maka dengan keinginan kuat tersebut lahirlah syarat yang ketiga yaitu Kesungguhan.
3. Kesungguhan (ุงุฌุชูุงุฏ)
Ada dua perkara yang membuat seorang hamba tidak akan pernah kenyang. Yaitu Ilmu dan Harta, seorang penuntut ilmu akan merasa semakin dia mendapatkan ilmu maka ia semakin merasa bahwa dirinya itu bodoh dan dengan sebab itu maka ia akan semakin bersungguh-sungguh untuk terus mencari ilmu.
4. Bekal (ุจูุบุฉ)
Yang dengannya kita membeli peralatan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Misalnya, pena dan buku untuk mencatat, mengeluarkan biaya untuk kendaraan ketika menghadiri majelis, dan hal-hal lainnya yang dikeluarkan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu yang mengorbankan banyak hartanya untuk melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu.
5. Bimbingan seorang guru/senantiasa bersama ustadz (ุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ)
Kalimat tersebut mengandung dua faedah yang sangat penting. Yang pertama adalah bahwa dalam menuntut ilmu agama mestilah ada seorang guru yang membimbingnya dan kita wajib menghadiri majelis yang disitu dikaji ilmu dari seorang guru yang lurus keilmuanya (sesuai al Qur’an dan Sunnah). Faedah yang kedua yaitu ketika kita telah memiliki seorang guru maka wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk menjaga adab-adab terhadap gurunya.
6. Waktu yang lama (ุทูู ุฒู ูุงู)
Sejatinya menuntut ilmu adalah sampai kita mati. Al Imam Abu Hanifah pernah ditanya oleh muridnya karena kebiasaannya yaitu membawa tempat tinta kemanapun ia pergi, sang murid bertanya “sampai kapan engkau membawa tempat tinta tersebut?” sang Imam menjawab “aku akan membawanya sampai ke Kubur”. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya memang menuntut ilmu itu sampai kita mati, dan kita berharap bisa mati dalam keadaan beribadah kepada Allah karena menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah kepada Allah ๏ทป dan dalam menuntut ilmu agama ini dibutuhkan kesabaran yang besar. Sebagaimana dalam surat al ashr ketika Allah ๏ทป menjelaskan tentang orang-orang yang tidak merugi yaitu orang-orang yang beriman, beramal shalih, mengajak kepada yang baik dan mengajak pada kesabaran. Orang yang beriman pastilah ia berilmu, karena tidak mungkin ia beriman tanpa ilmu dan ilmu tidak mungkin didapat kecuali dengan belajar sebagaimana sabda rasul ๏ทบ :
ุฅَِّูู َุง ุงْูุนِْูู ُ ุจِุงูุชَّุนَُّูู ِ
“sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar” [HR. Ath Thabrani]
Kemudian ilmu yang didapat itu ia amalkan, dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kebenaran, dan dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kesabaran, karena untuk mengamalkan ilmu dan mendakwahkannya juga perlu kesabaran maka dari itu hendaklah kita saling berwasiat kepada kesabaran.
[Dimurojaah dari Materi Muqoddimah Audio ke-7 Halaqoh Belajar Islam Angkatan 2 bersama al Ustadz Abu Sumayyah Beni Sarbeni, Lc hafizhohullah.]
Rabu, 01 Rabiul Akhir 1439 H / 20 Desember 2017
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
SYARAT SUKSES MENUNTUT ILMU AGAMA
Sebagaimana yang disampaikan oleh al Imam asy Syafi’I dalam sya’irnya, beliau mengatakan :
ุฃุฎู ูู ุชูุงู ุงูุนูู ุฅูุง ุจุณุชุฉ * ุณุฃูุจูู ุนู ุชูุตูููุง ุจุจูุงู
ุฐูุงุก ูุญุฑุต ูุงุฌุชูุงุฏ ูุจูุบุฉ * ูุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ ูุทูู ุฒู ูุงู
“saudaraku, engkau tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara, aku akan memberitahukanmu secara terperinci yaitu: Kecerdasan, Keinginan yang kuat, Kesungguhan/Semangat, Bekal, Bimbingan seorang guru, dan Waktu yang panjang.”
Ke enam syarat yang disebutkan oleh al Imam Syafi’i tersebut adalah perkara yang mesti dimiliki oleh seorang penuntut ilmu agama jika ingin sukses di dalam mendapatkan ilmu tersebut.
1. Kecerdasan (ุฐูุงุก)
Kecerdasan ada yang berupa bawaan, yaitu memang sudah Allah tetapkan baginya sejak lahir. Dan ada pula kecerdasan yang mesti diusahakan oleh seseorang, yaitu dengan cara berdo’a memohon hal tersebut kepada Allah, sering bermuamalah dengan al Qur’an (membacanya/mentadaburinya/menghafalnya) karena salah satu keberkahan dari al Qur’an adalah meningkatkan kecerdasan seseorang.
2. Keinginan yang Kuat (ุญุฑุต)
Ketamakan akan ‘ilmu agama, betul-betul menginginkan ilmu tersebut dan keinginan kuat tersebut akan memberikan tenaga yang sangat besar bagi seorang penunutut ilmu agar mendapatkan apa yang ia inginkan, dan dengan keinginan yang kuat juga ia membuat target misalnya setiap hari dia harus membaca buku selama 2 jam. Maka dengan keinginan kuat tersebut lahirlah syarat yang ketiga yaitu Kesungguhan.
3. Kesungguhan (ุงุฌุชูุงุฏ)
Ada dua perkara yang membuat seorang hamba tidak akan pernah kenyang. Yaitu Ilmu dan Harta, seorang penuntut ilmu akan merasa semakin dia mendapatkan ilmu maka ia semakin merasa bahwa dirinya itu bodoh dan dengan sebab itu maka ia akan semakin bersungguh-sungguh untuk terus mencari ilmu.
4. Bekal (ุจูุบุฉ)
Yang dengannya kita membeli peralatan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Misalnya, pena dan buku untuk mencatat, mengeluarkan biaya untuk kendaraan ketika menghadiri majelis, dan hal-hal lainnya yang dikeluarkan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu yang mengorbankan banyak hartanya untuk melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu.
5. Bimbingan seorang guru/senantiasa bersama ustadz (ุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ)
Kalimat tersebut mengandung dua faedah yang sangat penting. Yang pertama adalah bahwa dalam menuntut ilmu agama mestilah ada seorang guru yang membimbingnya dan kita wajib menghadiri majelis yang disitu dikaji ilmu dari seorang guru yang lurus keilmuanya (sesuai al Qur’an dan Sunnah). Faedah yang kedua yaitu ketika kita telah memiliki seorang guru maka wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk menjaga adab-adab terhadap gurunya.
6. Waktu yang lama (ุทูู ุฒู ูุงู)
Sejatinya menuntut ilmu adalah sampai kita mati. Al Imam Abu Hanifah pernah ditanya oleh muridnya karena kebiasaannya yaitu membawa tempat tinta kemanapun ia pergi, sang murid bertanya “sampai kapan engkau membawa tempat tinta tersebut?” sang Imam menjawab “aku akan membawanya sampai ke Kubur”. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya memang menuntut ilmu itu sampai kita mati, dan kita berharap bisa mati dalam keadaan beribadah kepada Allah karena menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah kepada Allah ๏ทป dan dalam menuntut ilmu agama ini dibutuhkan kesabaran yang besar. Sebagaimana dalam surat al ashr ketika Allah ๏ทป menjelaskan tentang orang-orang yang tidak merugi yaitu orang-orang yang beriman, beramal shalih, mengajak kepada yang baik dan mengajak pada kesabaran. Orang yang beriman pastilah ia berilmu, karena tidak mungkin ia beriman tanpa ilmu dan ilmu tidak mungkin didapat kecuali dengan belajar sebagaimana sabda rasul ๏ทบ :
ุฅَِّูู َุง ุงْูุนِْูู ُ ุจِุงูุชَّุนَُّูู ِ
“sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar” [HR. Ath Thabrani]
Kemudian ilmu yang didapat itu ia amalkan, dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kebenaran, dan dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kesabaran, karena untuk mengamalkan ilmu dan mendakwahkannya juga perlu kesabaran maka dari itu hendaklah kita saling berwasiat kepada kesabaran.
[Dimurojaah dari Materi Muqoddimah Audio ke-7 Halaqoh Belajar Islam Angkatan 2 bersama al Ustadz Abu Sumayyah Beni Sarbeni, Lc hafizhohullah.]
Rabu, 01 Rabiul Akhir 1439 H / 20 Desember 2017
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Selasa, 02 Januari 2018
Cara Mendidik Anak Secara Islam
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Sejenak Pagi:
*Mendik Anak Cara Islam Bg-1*
Anak-anak mudah dipengaruhi oleh lingkungan mereka. Zaman sekarang, sangat sulit untuk mendidik anak kita di lingkungan yang ideal, mengingat pengaruh dari media, teman-teman dan bahkan keluarga dekat yang kurang kondusif. Hal ini membuat para orangtua muslim harus komitmen dalam mendidik anak agar sesuai dengan ajaran Islam.
Dengan adanya televisi, radio, internet dan media yang sebagian besar menggembar-gemborkan nilai-nilai yang tidak Islami, sudah menjadi tanggungjawab orang tua agar anak-anak dapat diatur dengan contoh yang benar.
Tidak mungkin melindungi anak-anak kita dari segala pengaruh negatif yang dapat membentuk pikiran mereka dan perilaku mereka.
Namun dengan mengawalinya dengan contoh dari diri kita sendiri dan menunjukkan kepada mereka pilihan yang lebih baik, kita dapat mengatur mereka ke jalan yang benar, yaitu dengan mematuhi perintah Alloh Subแธฅฤnahu wa ta'alฤ dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam.
Ada beberapa tips yang dapat dipraktekkan untuk membantu anak-anak kita tumbuh dengan dibekali nilai-nilai Islam.
1. Mulailah mengajarkan mereka betapa pentingnya beribadah kepada Alloh.
Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap orangtua muslim adalah mengajari anak-anak mereka untuk bisa memahami bahwa Alloh SWT adalah satu dan tidak ada yang patut disembah kecuali Dia. Ini adalah pesan mendasar dari Rasululloh SAW dan itu adalah kunci untuk ke syurga.
2. Perlakukan mereka dengan baik.
Kebaikan melahirkan kebaikan. Jika kita baik kepada anak-anak kita, maka pada gilirannya mereka akan menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam bersikap kepada anak-anak.
3. Ajarkan mereka contoh pahlawan Muslim.
Daripada mengenalkan kepada mereka Batman atau Superman, lebih baik ceritakan kepada mereka tentang pahlawan nyata seperti Ali bin Abi Thalib RA dan pahlawan Muslim lainnya. Beritahu mereka bagaimana para pemimpin Muslim membawa perubahan yang damai secara nyata di dunia dan memenangkan hati umat Islam serta penduduk non-Muslim.
4. Biarkan anak anda duduk di sekitar orang dewasa.
Adalah lebih baik bagi anak-anak berada di antara orang dewasa, terutama ketika mendengarkan ceramah. Nabi Muhammad SAW sering menempatkan anak-anak di depan ketika berbicara kepada ummat muslim.
5. Buat mereka merasa penting.
Konsultasikan mereka dalam urusan keluarga. Biarkan mereka merasa mereka adalah anggota keluarga yang penting dan memiliki peranan penting untuk pertumbuhan dan kesejahteraan keluarga.
6. Jalan-jalan sekeluarga.
Lakukan perjalanan bersama keluarga dan hindari membiasakan memberi izin anak-anak kita untuk selalu pergi hanya dengan teman-teman mereka. Buatlah anak-anak anda berada betah di sekitar keluarga. Ingatlah bahwa anak-anak anda akan menjadi besar seiring dengan waktu sehingga tidak baik membuatnya tidak nyaman sehingga lebih menyukai keluar rumah.
7. Pujilah mereka.
Pujian adalah jurus yang ampuh untuk menyenangkan anak-anak, terutama di depan orang lain. Anak-anak merasa bangga ketika pujian orangtua mereka dapatkan sehingga mereka akan tertarik untuk melakukan perbuatan baik lainnya. Namun, pujian tersebut harusnya tidak berlebihan sehingga tidak berbuah kesombongan dan perilaku buruk.
Semoga anak2 kita menjadi anak2 yg sholeh/sholehah.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
๐❤๐
Sejenak Pagi:
*Mendik Anak Cara Islam Bg-1*
Anak-anak mudah dipengaruhi oleh lingkungan mereka. Zaman sekarang, sangat sulit untuk mendidik anak kita di lingkungan yang ideal, mengingat pengaruh dari media, teman-teman dan bahkan keluarga dekat yang kurang kondusif. Hal ini membuat para orangtua muslim harus komitmen dalam mendidik anak agar sesuai dengan ajaran Islam.
Dengan adanya televisi, radio, internet dan media yang sebagian besar menggembar-gemborkan nilai-nilai yang tidak Islami, sudah menjadi tanggungjawab orang tua agar anak-anak dapat diatur dengan contoh yang benar.
Tidak mungkin melindungi anak-anak kita dari segala pengaruh negatif yang dapat membentuk pikiran mereka dan perilaku mereka.
Namun dengan mengawalinya dengan contoh dari diri kita sendiri dan menunjukkan kepada mereka pilihan yang lebih baik, kita dapat mengatur mereka ke jalan yang benar, yaitu dengan mematuhi perintah Alloh Subแธฅฤnahu wa ta'alฤ dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam.
Ada beberapa tips yang dapat dipraktekkan untuk membantu anak-anak kita tumbuh dengan dibekali nilai-nilai Islam.
1. Mulailah mengajarkan mereka betapa pentingnya beribadah kepada Alloh.
Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap orangtua muslim adalah mengajari anak-anak mereka untuk bisa memahami bahwa Alloh SWT adalah satu dan tidak ada yang patut disembah kecuali Dia. Ini adalah pesan mendasar dari Rasululloh SAW dan itu adalah kunci untuk ke syurga.
2. Perlakukan mereka dengan baik.
Kebaikan melahirkan kebaikan. Jika kita baik kepada anak-anak kita, maka pada gilirannya mereka akan menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam bersikap kepada anak-anak.
3. Ajarkan mereka contoh pahlawan Muslim.
Daripada mengenalkan kepada mereka Batman atau Superman, lebih baik ceritakan kepada mereka tentang pahlawan nyata seperti Ali bin Abi Thalib RA dan pahlawan Muslim lainnya. Beritahu mereka bagaimana para pemimpin Muslim membawa perubahan yang damai secara nyata di dunia dan memenangkan hati umat Islam serta penduduk non-Muslim.
4. Biarkan anak anda duduk di sekitar orang dewasa.
Adalah lebih baik bagi anak-anak berada di antara orang dewasa, terutama ketika mendengarkan ceramah. Nabi Muhammad SAW sering menempatkan anak-anak di depan ketika berbicara kepada ummat muslim.
5. Buat mereka merasa penting.
Konsultasikan mereka dalam urusan keluarga. Biarkan mereka merasa mereka adalah anggota keluarga yang penting dan memiliki peranan penting untuk pertumbuhan dan kesejahteraan keluarga.
6. Jalan-jalan sekeluarga.
Lakukan perjalanan bersama keluarga dan hindari membiasakan memberi izin anak-anak kita untuk selalu pergi hanya dengan teman-teman mereka. Buatlah anak-anak anda berada betah di sekitar keluarga. Ingatlah bahwa anak-anak anda akan menjadi besar seiring dengan waktu sehingga tidak baik membuatnya tidak nyaman sehingga lebih menyukai keluar rumah.
7. Pujilah mereka.
Pujian adalah jurus yang ampuh untuk menyenangkan anak-anak, terutama di depan orang lain. Anak-anak merasa bangga ketika pujian orangtua mereka dapatkan sehingga mereka akan tertarik untuk melakukan perbuatan baik lainnya. Namun, pujian tersebut harusnya tidak berlebihan sehingga tidak berbuah kesombongan dan perilaku buruk.
Semoga anak2 kita menjadi anak2 yg sholeh/sholehah.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
๐❤๐
Jumat, 24 November 2017
Gif for teachers
"KADO UNTUK TEMAN YANG PROFESI GURU"
Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur diantaranya :
Kopi
Gula
Rasa
Kopi adalah Orang tua
Gula adalah Guru
Rasa adalah siswa
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?
Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit,
hingga "rasa" kopi menjadi pahit
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?
Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis
Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat,
Siapa yg di puji...???
Tentu semua akan berkata:
Kopinya mantaaap.................!!!!!
Kemana gula???
Dimana gula???
yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!
Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan
Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan
Tetapi,
Ketika "rasa" mantap,
Ketika siswa berprestasi,
Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya:
"Anak siapa dulu"
Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...
ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...
ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...
Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA
Begitulah HIDUP....
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!
IKHLAS lah seperti GULA...
LARUT lah seperti GULA...
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
Tapi untuk DI RASAKAN
Banggalah jadi GURU
Selamat HUT PGRI dan HGN 2017....... ๐จ๐ซ๐ฉ๐ซ
Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur diantaranya :
Kopi
Gula
Rasa
Kopi adalah Orang tua
Gula adalah Guru
Rasa adalah siswa
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?
Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit,
hingga "rasa" kopi menjadi pahit
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?
Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis
Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat,
Siapa yg di puji...???
Tentu semua akan berkata:
Kopinya mantaaap.................!!!!!
Kemana gula???
Dimana gula???
yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!
Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan
Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan
Tetapi,
Ketika "rasa" mantap,
Ketika siswa berprestasi,
Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya:
"Anak siapa dulu"
Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...
ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...
ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...
Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA
Begitulah HIDUP....
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!
IKHLAS lah seperti GULA...
LARUT lah seperti GULA...
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
Tapi untuk DI RASAKAN
Banggalah jadi GURU
Selamat HUT PGRI dan HGN 2017....... ๐จ๐ซ๐ฉ๐ซ
Senin, 06 November 2017
Mengatasi Siswa Ribut di Kelas
INI DIA 13 CARA ATAU METODE GURU MENGATASI SISWA YANG RIBUT DI DALAM KELAS
1.Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran di dalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.
2.Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik. Misalnya : bertepuk tangan, tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis berhadiah dll.
3.Buatlah materi pembelajaran yang menarik bagi anak. Buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran. Jangan tegang saat mengajar. Gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.
4.Selipkan humor dikala mengajar. Dapat pula permainan tepuk, halo hai, sulap dll.
5.Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.
6.Lalu, hubungkan apa yang siswa perbincangkan dengan materi yang anda ajarkan kepada mereka.
7.Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak). Misalnya : jika ‘Andi’ mempehatikan pelajaran berhitung ini maka ‘Andi’ dapat berjualan sendiri di toko milik ibu Andi”.
8.Sering-seringlah mengatakan bahwa ‘Andi’ adalah anak yang tenang, cerdas, dan rajin.
9.Hindari kata-kata JANGAN. Misalnya : jangan ribut, jangan nakal, jangan bertengkar. Yang mereka lakukukan malah sebaliknya. Gunakanlah kata-kata lain yang maksudnya sama, misalnya : “bapak/ibu lebih senang jika ‘Andi’ tenang” atau “Anak yang baik/soleh adalah anak yang tenang di dalam kelas”.
10.Beri pujian dan hadiah kepada anak yang tenang. Secara tidak langsung anak lain yang ribut juga akan tenang karena ingin mendadapat hadiah.
11.Hindari mengendalikan kelas dengan cara marah-marah, membentak murid.
12.Evaluasi hal-hal berikut ini : metode yang digunakan tidak tepat, materi yang terlalu sulit, tidak menginspirasi, atau karena guru tak menggunakan media pembelajaran yang sesuai.
13.Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik.
1.Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran di dalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.
2.Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik. Misalnya : bertepuk tangan, tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis berhadiah dll.
3.Buatlah materi pembelajaran yang menarik bagi anak. Buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran. Jangan tegang saat mengajar. Gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.
4.Selipkan humor dikala mengajar. Dapat pula permainan tepuk, halo hai, sulap dll.
5.Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.
6.Lalu, hubungkan apa yang siswa perbincangkan dengan materi yang anda ajarkan kepada mereka.
7.Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak). Misalnya : jika ‘Andi’ mempehatikan pelajaran berhitung ini maka ‘Andi’ dapat berjualan sendiri di toko milik ibu Andi”.
8.Sering-seringlah mengatakan bahwa ‘Andi’ adalah anak yang tenang, cerdas, dan rajin.
9.Hindari kata-kata JANGAN. Misalnya : jangan ribut, jangan nakal, jangan bertengkar. Yang mereka lakukukan malah sebaliknya. Gunakanlah kata-kata lain yang maksudnya sama, misalnya : “bapak/ibu lebih senang jika ‘Andi’ tenang” atau “Anak yang baik/soleh adalah anak yang tenang di dalam kelas”.
10.Beri pujian dan hadiah kepada anak yang tenang. Secara tidak langsung anak lain yang ribut juga akan tenang karena ingin mendadapat hadiah.
11.Hindari mengendalikan kelas dengan cara marah-marah, membentak murid.
12.Evaluasi hal-hal berikut ini : metode yang digunakan tidak tepat, materi yang terlalu sulit, tidak menginspirasi, atau karena guru tak menggunakan media pembelajaran yang sesuai.
13.Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik.
Minggu, 05 November 2017
Cerita organ tubuh manusia
*PERBINCANGAN ORGAN TUBUH KITA*
Manusia itu jatah Glukosanya
cuman 2 sdt (sendok teh) sehari.
Tapi kita makan dari pagi, siang, sore, malam bersama teman-teman cemilan _*karbo*_ lainnya.
Insulin itu akan sibuk mengolah *Glukosa* dari _*karbo*_ yang masuk, supaya gula darah tetap dibawah 100.
Karena engga mungkin manusia ada kadar gula darahnya sampe 1000-2000-30000mg/ dl.
*Karena insulin-lah, kita dapat terselamatkan dari kadar Glukosa dalam darah yang berlebihan*
Glukosa yang dimasukin secara gila-gila'an akan membuat insulin yang bekerja, juga gila-gila'an!!
Akhirnya Pankreas-pun dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.
Tapi karena _karbo_-nya engga mau berenti dimasukin sama manusia (padahal jatah tubuh hanya 2 sdt aja seharinya).
*Insulin ngomong gini * :
_"Waduuh... Glukosa masuk terus nih, olah dia! Jadikan energi!!!"_
Nah, mulai deh berubah tuh Glukosa jadi metabolisme, yang dipake jadi sumber energi.
_Eh manusianya diem, ga mau gerak, ga mau Olahraga, ga aktif, kerjanya duduk dikantor, tiduran dirumah, boro-boro jalan, naik tangga aja pengen pake eskalator._
Sumber energi-nya ngga pernah dipake... Tapi karbo masuk terus.
Insulin jadi bingung, _
*Kemana-in lagi ni .. ? *
_"Masukin ke fat cell!
Jadikan Body fat! Jadikan lemak tubuh, trus simpen disitu,
di "gudang" penyimpanan."_
Jadilah itu lemak gembyar-gembyor, blewer-blewer, melambai-lambai, diperut dan beberapa tempat lainnya..
Eh, tapi karbo-nya masuk terus ๐
Insulin makin bingung.
Fat Cell udah engga mau nerima lagi.
Dia kata: _"Ogah! Gue udah cape, alihkan lagi aja ke yg lain.
Gue udah nolak!!"_
Insulin lalu ngincer ke liver, maka dialihkan-lah kesitu.
*Kata liver* :
_"Eeh, Aku-kan cuma bisa nampung 100-150gr Glycogen aja.. _Apa-apa'an nih ngirim glukosa segini banyak??!!_ Over Capacity niii gw ๐
Akhirnya Liver-pun kerja keras juga mati-mati'an, untuk berusaha mengolah Glucose yang dioper kesana.
Padahal daya tampung disana cuman sedikit, dia olah itu Glucose ke Tryglicerid.
Melalui proses _*de novo lipogenesis*_. Jadilah itu *Trigleserid tinggi* dan liver diselimutin oleh lemak yg namanya *FATTY LIVER*
_Ngeri Broo...๐๐
Liver-pun akhirnya bermasalah, sudah pasti Empedu ikut kena imbasnya, jadi deh masalah baru..
_Masalah di Empedu!!_
Ketika sudah BANYAK sekali problem ditubuh, Fatty Liver, Batu Empedu, TG tinggi, itu semua adalah indikasi *HYPERGLICEMIA * yg artinya itu kadar glukosa dalam darah ketinggian pisan..
_Plis deh ah..
Insulin lelah, selelah-lelah nya untuk mengolah Glukosa..
Udah bingung si Insulin..
*Mau dikemanain lagi ini Glukosa?"*
Tapi emang manusianya, yang ngga bisa berenti makan karbo dan masukin glukosa terus..!!
_Maka insulinnya RESIST!!_
Udah engga mau, udah cape, udah ngambek, sambil teriak:
_"HAYATI LELAH BAAANG!!!"_
_*BOOM!!!*_
Akhirnya Insulin Resistance..
Hasil dari insulin resistance iu menjadi HYPERinsulinemia, pankreasnya ngambek, ngadat, akhirnya.. _Turun mesin!!_
Yang Diabets type 1, Pankreas udah ngga mampu menghasilkan insulin lagi, tapi manusianya masih "maksa" in masukin karbo terus!!
Akhirnya solusinya itu, insulin disuntikin kedalam perut, biar bisa ngolah glukosa. _Paksa terus!!!_
_*Ternyata..*_
*Betapa manusia itu senang menzhalimi dirinya sendiri..*
Tuhan udah ngasih batasan.
Aturan pada manusia untuk sering menahan hawa nafsu dalam berpuasa dan makan hanya 1/3 lambung.
Yuk Mulai lah atur Pola Makan KITA
copas sebelah
Manusia itu jatah Glukosanya
cuman 2 sdt (sendok teh) sehari.
Tapi kita makan dari pagi, siang, sore, malam bersama teman-teman cemilan _*karbo*_ lainnya.
Insulin itu akan sibuk mengolah *Glukosa* dari _*karbo*_ yang masuk, supaya gula darah tetap dibawah 100.
Karena engga mungkin manusia ada kadar gula darahnya sampe 1000-2000-30000mg/ dl.
*Karena insulin-lah, kita dapat terselamatkan dari kadar Glukosa dalam darah yang berlebihan*
Glukosa yang dimasukin secara gila-gila'an akan membuat insulin yang bekerja, juga gila-gila'an!!
Akhirnya Pankreas-pun dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.
Tapi karena _karbo_-nya engga mau berenti dimasukin sama manusia (padahal jatah tubuh hanya 2 sdt aja seharinya).
*Insulin ngomong gini * :
_"Waduuh... Glukosa masuk terus nih, olah dia! Jadikan energi!!!"_
Nah, mulai deh berubah tuh Glukosa jadi metabolisme, yang dipake jadi sumber energi.
_Eh manusianya diem, ga mau gerak, ga mau Olahraga, ga aktif, kerjanya duduk dikantor, tiduran dirumah, boro-boro jalan, naik tangga aja pengen pake eskalator._
Sumber energi-nya ngga pernah dipake... Tapi karbo masuk terus.
Insulin jadi bingung, _
*Kemana-in lagi ni .. ? *
_"Masukin ke fat cell!
Jadikan Body fat! Jadikan lemak tubuh, trus simpen disitu,
di "gudang" penyimpanan."_
Jadilah itu lemak gembyar-gembyor, blewer-blewer, melambai-lambai, diperut dan beberapa tempat lainnya..
Eh, tapi karbo-nya masuk terus ๐
Insulin makin bingung.
Fat Cell udah engga mau nerima lagi.
Dia kata: _"Ogah! Gue udah cape, alihkan lagi aja ke yg lain.
Gue udah nolak!!"_
Insulin lalu ngincer ke liver, maka dialihkan-lah kesitu.
*Kata liver* :
_"Eeh, Aku-kan cuma bisa nampung 100-150gr Glycogen aja.. _Apa-apa'an nih ngirim glukosa segini banyak??!!_ Over Capacity niii gw ๐
Akhirnya Liver-pun kerja keras juga mati-mati'an, untuk berusaha mengolah Glucose yang dioper kesana.
Padahal daya tampung disana cuman sedikit, dia olah itu Glucose ke Tryglicerid.
Melalui proses _*de novo lipogenesis*_. Jadilah itu *Trigleserid tinggi* dan liver diselimutin oleh lemak yg namanya *FATTY LIVER*
_Ngeri Broo...๐๐
Liver-pun akhirnya bermasalah, sudah pasti Empedu ikut kena imbasnya, jadi deh masalah baru..
_Masalah di Empedu!!_
Ketika sudah BANYAK sekali problem ditubuh, Fatty Liver, Batu Empedu, TG tinggi, itu semua adalah indikasi *HYPERGLICEMIA * yg artinya itu kadar glukosa dalam darah ketinggian pisan..
_Plis deh ah..
Insulin lelah, selelah-lelah nya untuk mengolah Glukosa..
Udah bingung si Insulin..
*Mau dikemanain lagi ini Glukosa?"*
Tapi emang manusianya, yang ngga bisa berenti makan karbo dan masukin glukosa terus..!!
_Maka insulinnya RESIST!!_
Udah engga mau, udah cape, udah ngambek, sambil teriak:
_"HAYATI LELAH BAAANG!!!"_
_*BOOM!!!*_
Akhirnya Insulin Resistance..
Hasil dari insulin resistance iu menjadi HYPERinsulinemia, pankreasnya ngambek, ngadat, akhirnya.. _Turun mesin!!_
Yang Diabets type 1, Pankreas udah ngga mampu menghasilkan insulin lagi, tapi manusianya masih "maksa" in masukin karbo terus!!
Akhirnya solusinya itu, insulin disuntikin kedalam perut, biar bisa ngolah glukosa. _Paksa terus!!!_
_*Ternyata..*_
*Betapa manusia itu senang menzhalimi dirinya sendiri..*
Tuhan udah ngasih batasan.
Aturan pada manusia untuk sering menahan hawa nafsu dalam berpuasa dan makan hanya 1/3 lambung.
Yuk Mulai lah atur Pola Makan KITA
copas sebelah
Sabtu, 17 Desember 2016
Perubahan istilah di dunia pendidikan
Bpk/Ibu Kepala Sekolah yang sudah membuat SK Kepanitian Pelaksanaan PAS dgn kata UAS untuk menyesuaikan/merevisi sesuai dgn aturan terbaru. Karena ada hubungan dgn instrumen penilaian
*1. Pelaksanaan perpanjangan IJIN OPERASIONAL.*
*2.Pelaksanaan AKREDITASI SEKOLAH.*
disesuaikan dgn dasar hukum aturan yang terbaru.
*Berdasarkan PERMEN No 53/2015 dinyatakan tidak BERLAKU dirubah dengan PERMEN No 23/2016 tentang PENILAIAN revisi Kurikulum 13*
1. Istilah *KKM* berubah istilah dgn *KBM* ( Ketuntasan Belajar Minimal )
2. Istilah *UH* berubah istilah dengan *PH* ( Penilaian Harian ).
3. Istilah *UTS* berubah istilah dgn *PTS* ( Penilaian Tengah Semester )
4. Istilah *UAS* berubah istilah dgn *PAS* ( Penilaian Akhir Semester ) Gasal/Genap
5. Istilah *UKK* berubah *PAT* ( Penilaian Akhir Tahun )
*PAT* materi soalnya meliputi *semester GANJIL* *25 % dan semester *GENAP 75 %*
*> KENAIKAN KELAS LIHAT KBM ( 60 )*
a. Semester Ganjil = 55
b. Semester Genap = 65
--------------------------------------
*120 : 2 = 60 Tuntas*
--------------------------------------
Siswa dinyatakan *TIDAK NAIK KELAS*
1. Terdapat 3 nilai Mapel yang *KBMnya tidak TUNTAS.*
2. Nilai Pengetahuan Ki.3 harus Tuntas.
3. Nilai Ketrampilan Ki.4 harus Tuntas.
4. Ki.1 dan Ki.2 harus BAIK.
KKM ( KBM ) semua mapel sama.
Ki 1 dan Ki 2 Observasi guru dalam jurnal yang ditulis yang *KURANG dan yang AMAT BAIK*
1) Sikap dikatakan Tuntas, jika predikat minimal B (baik)
2) Pengetahuan dan Keterampilan , dikatakan Tuntas jika predikat Minimal C.
3) K-13: Sebuah mapel dikatakan Tuntas , jika Pengetahuan dan keterampilan Tuntas.
4) 2006: Sebuah mapel dikatakan tuntas jika pengetahuan dan keterampilan (jika ada keterampilan), dan sikap tuntas.
5) Tidak perlu bingung dg Prefikat C pada mapel Pengetahuan dan Keterampilan, krn C berarti sdh Tuntas.
6) Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pd KKM/KBM masing2 sekolah.
Contoh:
jika KBM 75,
maka
< 75. = D (tidak tuntas)
75-82. = C (tuntas dg cukup)
83 - 90. = B (tuntas dg baik)
91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)
7) Jadi jangan menaik-naikkan nilai untuk mengejar B, atau menurunkan KBM dari yg sdh ditetapkan masing2 sekolah.
8) Predikat pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh pada SNMPTN.
*REMIDI* ---> Materi yang pernah diujikan.
1. Permendikbud No.20 Th 2016 tentang *STANDAR KOPETENSI LULUSAN*
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
2. Permendikbud No.21 Th 2016 tentang *STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH*
( Permendikbud No.65 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
3. Permendikbud No.22 Th 2016 tentang *STANDAR PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH*
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
4. Permendikbud No.23 Th 2016 tentang *STANDAR PENILAIAN*
( Permendikbud No.66 Th.2013 dan Permendikbud No.104 tahun 2014 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
3. Permendikbud No.24 Th 2016 tentang *KOPETENSI INTI dan KOPETENSI DASAR*
Silahkan diprlajari Revisi Kurikulum 13 serta dasar hukum peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI no.20.21.22.23.24 tahun 2016.
Apabila terdapat kesulitan koordinasikan dgn Pengawas Pembina.
*1. Pelaksanaan perpanjangan IJIN OPERASIONAL.*
*2.Pelaksanaan AKREDITASI SEKOLAH.*
disesuaikan dgn dasar hukum aturan yang terbaru.
*Berdasarkan PERMEN No 53/2015 dinyatakan tidak BERLAKU dirubah dengan PERMEN No 23/2016 tentang PENILAIAN revisi Kurikulum 13*
1. Istilah *KKM* berubah istilah dgn *KBM* ( Ketuntasan Belajar Minimal )
2. Istilah *UH* berubah istilah dengan *PH* ( Penilaian Harian ).
3. Istilah *UTS* berubah istilah dgn *PTS* ( Penilaian Tengah Semester )
4. Istilah *UAS* berubah istilah dgn *PAS* ( Penilaian Akhir Semester ) Gasal/Genap
5. Istilah *UKK* berubah *PAT* ( Penilaian Akhir Tahun )
*PAT* materi soalnya meliputi *semester GANJIL* *25 % dan semester *GENAP 75 %*
*> KENAIKAN KELAS LIHAT KBM ( 60 )*
a. Semester Ganjil = 55
b. Semester Genap = 65
--------------------------------------
*120 : 2 = 60 Tuntas*
--------------------------------------
Siswa dinyatakan *TIDAK NAIK KELAS*
1. Terdapat 3 nilai Mapel yang *KBMnya tidak TUNTAS.*
2. Nilai Pengetahuan Ki.3 harus Tuntas.
3. Nilai Ketrampilan Ki.4 harus Tuntas.
4. Ki.1 dan Ki.2 harus BAIK.
KKM ( KBM ) semua mapel sama.
Ki 1 dan Ki 2 Observasi guru dalam jurnal yang ditulis yang *KURANG dan yang AMAT BAIK*
1) Sikap dikatakan Tuntas, jika predikat minimal B (baik)
2) Pengetahuan dan Keterampilan , dikatakan Tuntas jika predikat Minimal C.
3) K-13: Sebuah mapel dikatakan Tuntas , jika Pengetahuan dan keterampilan Tuntas.
4) 2006: Sebuah mapel dikatakan tuntas jika pengetahuan dan keterampilan (jika ada keterampilan), dan sikap tuntas.
5) Tidak perlu bingung dg Prefikat C pada mapel Pengetahuan dan Keterampilan, krn C berarti sdh Tuntas.
6) Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pd KKM/KBM masing2 sekolah.
Contoh:
jika KBM 75,
maka
< 75. = D (tidak tuntas)
75-82. = C (tuntas dg cukup)
83 - 90. = B (tuntas dg baik)
91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)
7) Jadi jangan menaik-naikkan nilai untuk mengejar B, atau menurunkan KBM dari yg sdh ditetapkan masing2 sekolah.
8) Predikat pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh pada SNMPTN.
*REMIDI* ---> Materi yang pernah diujikan.
1. Permendikbud No.20 Th 2016 tentang *STANDAR KOPETENSI LULUSAN*
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
2. Permendikbud No.21 Th 2016 tentang *STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH*
( Permendikbud No.65 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
3. Permendikbud No.22 Th 2016 tentang *STANDAR PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH*
( Permendikbud No.54 Th.2013 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
4. Permendikbud No.23 Th 2016 tentang *STANDAR PENILAIAN*
( Permendikbud No.66 Th.2013 dan Permendikbud No.104 tahun 2014 dinyatakan *TIDAK BERLAKU* ).
3. Permendikbud No.24 Th 2016 tentang *KOPETENSI INTI dan KOPETENSI DASAR*
Silahkan diprlajari Revisi Kurikulum 13 serta dasar hukum peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI no.20.21.22.23.24 tahun 2016.
Apabila terdapat kesulitan koordinasikan dgn Pengawas Pembina.
Langganan:
Postingan (Atom)