๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
*_MEMELIHARA AL-QUR'AN_*
✍ *_Yayan Suryana_*
Al-Qur'an yang mulia adalah firman Allah Swt, Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah, Muhammad saw., melalui wahyu yang dibawa oleh Jibril, *_baik lafazh maupun maknanya;_* membacanya merupakan *_ibadah,_* sekaligus merupakan *_mukjizat_* yang sampai kepada kita secara *_mutawatir._*
Allah SWT berfirman:
*َّูุง َูุฃْุชِِْูู ุงْูุจَุงุทُِู ู
ِْูۢ ุจَِْูู َูุฏَِْูู ََููุง ู
ِْู ุฎَِْูููٖ ۗ ุชَْูุฒٌِْูู ู
ِّْู ุญَِْููู
ٍ ุญَู
ِْูุฏٍ*
_"(yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang, (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, Maha Terpuji."_
*(QS. Fussilat 41: Ayat 42)*
Al-Qur'an adalah kitab yang dijaga dengan penjagaan Allah sendiri.
Allah SWT berfirman:
*ุงَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑَ َูุงَِّูุง َููٗ َูุญِٰููุธَُْูู*
_"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."_
*(QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)*
Al-Qur'an adalah kitab yang mampu menghidupkan *_jiwa_* dan *_menentramkan hati._* Dengan izin Tuhan mereka, al-Qur'an bisa mengeluarkan manusia dari *_kegelapan_* menuju *_cahaya;_* yaitu jalan Dzat yang Maha Perkasa lagi Terpuji. Siapa saja yang berkata dengan menggunakan *_AL-QUR'AN,_* pasti akan *_TERPERCAYA._* Siapa saja yang mengamalkannya, pasti akan beruntung. Siapa saja yang *_memutuskan hukum_* dengannya, *_PASTI ADIL._* Dan siapa saja yang *_mendakwahkannya,_* pasti akan mendapatkan *_hidayah ke jalan yang lurus._*
Berikut ini adalah ayat-ayat al-Qur'an beserta hadits Nabi yang menceritakan tentang *_turunnya_* al-Qur'an, jaminan *_terpeliharanya,_* tentang *_petunjuknya,_* keutamaan membacanya, dan segala kebaikan yang sangat banyak didalamnya, dari dan di sekitarnya :
Allah SWT berfirman:
*َูุฒََู ุจِِู ุงูุฑُّْูุญُ ุงْูุงَู
ِْูู*ُ
_"Yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),"_
*(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 193)*
Allah SWT berfirman:
*ุนَٰูู َْููุจَِู ِูุชََُْููู ู
َِู ุงْูู
ُْูุฐِุฑِْูู*َ
_"ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,"_
*(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 194)*
Allah SWT berfirman:
*ุงَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑَ َูุงَِّูุง َููٗ َูุญِٰููุธَُْูู*
_"Sesungguhnya Kamilah yang_ *_menurunkan_* _Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang_ *_memeliharanya."_*
*(QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)*
Allah SWT berfirman:
ุงَِّู ٰูุฐَุง ุงُْููุฑْุงَٰู َْููุฏِْู َِّููุชِْู َِูู ุงََْููู
ُ َู ُูุจَุดِّุฑُ ุงْูู
ُุคْู
َِِْููู ุงَّูุฐَِْูู َูุนْู
ََُْููู ุงูุตِّٰูุญٰุชِ ุงََّู َُููู
ْ ุงَุฌْุฑًุง َูุจِْูุฑًุง
_"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi_ *_petunjuk_* _ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,"_
*(QS. Al-Isra' 17: Ayat 9)*
Rasulullah saw , bersabda :
_"Orang yang_ *_terbaik_* _diantara kalian adalah_ *_orang-orang yang mempelajari al-Qur'an_* dan *_mengajarkannya."_*
*(HR. al-Bukhari dari Utsman bin Affan r.a)*
Rasulullah saw bersabda :
_"Bacalah al-Qur'an, karena al-Qur'an akan datang pada hari kiamat kelak memberi_ *_syafa'at (pembela) bagi ahlinya."_*
*(HR. Muslim dalam kitab Shahih-nya.Dari Abu Umamah al-Bahili ra.)*
Abu Dawud dan at-Tirmidzi telah mengeluarkan *_hadits yang sahih_* bahwa Rasulullah bersabda :
_"Perumpamaan orang mukmin yang_ *_membaca al-Qur'an_* _adalah seperti buah Uruja,_ *_enak BAUNYA HARUM._* Perumpamaan orang mukmin *_yang tidak membaca al-Qur'an_* _adalah seperti buah Tamrah (kurma),_ rasanya enak *_tapi tidak wangi._* _Sedangkan perumpamaan_ *_ORANG MUNAFIK_* yang *_membaca al-Qur'an_* _adalah seperti_ *_buah Raihanah baunya harum tapi rasanya pahit._* Dan perumpamaan *_orang munafik yang tidak baca al-Qur'an_* _adalah seperti buah Handzalah,_ *_BAUNYA tidak HARUM dan RASANYA PAHIT."_*:
*(HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy'ari ra.)*
Itulah sebagian ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi yang *_mulia_* yang menjelaskan kedudukan yang *_agung bagi al-Qur'an dan bagi pengemban al-Qur'an._* Ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits tersebut telah mendorong pengemban al-Qur'an untuk *_MENELAAHNYA, MENGAMALKANNYA, serta senantiasa MEMELIHARANYA, di saat mereka di rumah atau ketika sedang di perjalanan._*
Dengan begitu, al-Qur'an akan menjadi sebuah *_KEKUATAN dalam menempuh seluruh jalan KEBAIKAN._* Mereka tidak akan menyimpannya *_di rak hingga dipenuhi debu._* Mereka pun tidak akan mengiasinya kemudian menyimpan di lemari, lalu dikunci hingga melupakannya. Marilah kita minta perlindungan kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu marilah kita *_memelihara al-Qur'an,_* wahai saudara-saudaraku. Mari kita bergegas untuk *_MEMBACANYA_* dengan benar, *_menelaahnya_* dengan benar, *_mengamalkannya_* dengan benar, dan *_terikat padanya dengan benar_* ; agar kita menjadi *_enak dan bau kita HARUM MEWANGI._* Melalui semuanya tadi, marilah kita menjadi *_BARISAN PERTAMA_* dalam mengemban dakwah di *_dunia ini,_* mudah-mudahan kita menjadi *_pertama kelak di SURGA dan hari Akhir,_* ketika dikatakan nanti, *_"Bacalah dan naiklah terus. ! "_* Dengan demikian semoga kita termasuk orang-orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah Yang Agung, dan meraih kebahagiaan yang tiada taranya, serta berhak mendapatkan ridha Allah SWT. Allah berfirman :
*َูุจَุดِّุฑِ ุงْูู
ُุคْู
َِِْููู ุจِุงََّู َُููู
ْ ู
َِّู ุงِّٰููู َูุถًْูุง َูุจِْูุฑًุง*
_"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah."_
*(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 47)*
*_Semoga bermanfaat_*
๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด
Minggu, 25 Februari 2018
Jumat, 23 Februari 2018
Kalimat bijak yang terlupakan
๐✍
*_____________ -﷽-_____________*
*01 Sekedar mengingat hafalan yg musnah ditelan zaman.*
*1. ู َْู ุฌَุฏَّ َูุฌَุฏَ*
```. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.```
*2. ู َْู ุณَุงุฑَ ุนََูู ุงูุฏَุฑْุจِ َูุตََู*
```. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.```
*3. ู َู ุตَุจَุฑَ ุธَِูุฑَ*
```. Siapa bersabar berhasil.```
*4. ู َْู ََّูู ุตِุฏُُْูู ََّูู ุตَุฏُُِْููู*
```. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.```
*5. ุฌَุงِูุณْ ุฃََْูู ุงูุตِุฏِْู َู ุงََูููุงุกِ*
```. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.```
*6. ู ََูุฏَّุฉُ ุงูุตَุฏِِْูู ุชَุธَْูุฑُ َْููุชَ ุงูุถِِْูู*
```. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.```
*7. َูู َุงุงَّููุฐَّุฉُ ุฅِูุงَّ ุจَุนْุฏَ ุงูุชَุนَุจِ*
```. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.```
*8. ุงูุตَุจْุฑُ ُูุนُِْูู ุนََูู ُِّูู ุนَู ٍَู*
```. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.```
*9. ุฌَุฑِّุจْ َููุงَุญِุธْ ุชَُْูู ุนَุงุฑًِูุง*
```. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.```
*10. ุงุทَْูุจِ ุงูุนِْูู َ ู َِู ุงูู َْูุฏِ ุฅَِูู ุงَููุญْุฏِ*
```. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.```
•┈┈┈┈•••✦ ๐ฆ ✦•••┈┈┈┈•
*_____________ -﷽-_____________*
*01 Sekedar mengingat hafalan yg musnah ditelan zaman.*
*1. ู َْู ุฌَุฏَّ َูุฌَุฏَ*
```. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.```
*2. ู َْู ุณَุงุฑَ ุนََูู ุงูุฏَุฑْุจِ َูุตََู*
```. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.```
*3. ู َู ุตَุจَุฑَ ุธَِูุฑَ*
```. Siapa bersabar berhasil.```
*4. ู َْู ََّูู ุตِุฏُُْูู ََّูู ุตَุฏُُِْููู*
```. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.```
*5. ุฌَุงِูุณْ ุฃََْูู ุงูุตِุฏِْู َู ุงََูููุงุกِ*
```. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.```
*6. ู ََูุฏَّุฉُ ุงูุตَุฏِِْูู ุชَุธَْูุฑُ َْููุชَ ุงูุถِِْูู*
```. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.```
*7. َูู َุงุงَّููุฐَّุฉُ ุฅِูุงَّ ุจَุนْุฏَ ุงูุชَุนَุจِ*
```. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.```
*8. ุงูุตَุจْุฑُ ُูุนُِْูู ุนََูู ُِّูู ุนَู ٍَู*
```. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.```
*9. ุฌَุฑِّุจْ َููุงَุญِุธْ ุชَُْูู ุนَุงุฑًِูุง*
```. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.```
*10. ุงุทَْูุจِ ุงูุนِْูู َ ู َِู ุงูู َْูุฏِ ุฅَِูู ุงَููุญْุฏِ*
```. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.```
•┈┈┈┈•••✦ ๐ฆ ✦•••┈┈┈┈•
Minggu, 11 Februari 2018
Fitrah anak
Artikel bagus untuk para orang tua + pendidik ๐๐ป
*Jangan Ciderai Fitrah Anak*
๐ตJangan pernah membandingkan anak. Karena setiap mereka punya keistimewaan masing-masing.
Umar bin Khatab hebat tapi tidak pernah dipilih menjadi panglima perang. Karena basic nya Umar tempramental,
Maka yang selalu terpilih jd panglima perang adalah Khalid bin Walid yang tenang dan bisa mengambil keputusan dengan tepat di lapangan karena ketenangannya.
๐ตAnak yang cengeng bisa jadi ia mempunyai potensi perasa. Gampang memahami perasaan org dan mudah berempati.
๐ตAnak yang cerewet, maka poleslah agar kedepannya ia menjd seorg penceramah yg mampu menyentuh kalbu.
๐ตAnak yang keras kepala bisa jadi ke depannya ia adalah pemimpin besar.
๐ตKenakalan adalah jeritan hati yang belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yang belum tampak buahnya.
๐ตIbaratnya pohon yang belum berbuah dikasih pupuk dan air yang banyak. Akhirnya busuk. Yang diperlukan adalah kesabaran dengan pupuk yang tepat.
๐ตAnak yang suka suudzon bisa jadi kedepannya menjadi detektif, aparat penegak hukum yang membutuhkan potensi analisa dan kewaspadaan.
๐ตMotivasi dari luar atau training sekarang SDH tidak laku. Karena tidak dianggap efektif. Yang sekarang laku adalah motivasi dari dalam diri sendiri.
๐ตApapun yang Allah berikan pada anak kita harus ridha. Karena keridhaan orang tua adalah awal membuka potensi anak-anak nya..
๐ตMenyusui bukan sekedar proses memberi nutrisi tapi proses mengajarkan aqidah.
Maka jangan disambi, tapi fokus sentuhan ke sentuhan, tatapan ke tatapan, karena proses menyusui adalah transfer pesan dari Rabb kepada ibu kepada anaknya.
๐ตMembesarkan anak bukan untuk menjadi sarjana, tapi menjadi pembangun peradaban.
๐ตAnak dibawah 7 tahun harus dikenalkan dengan aqidah tapi jangan doktrin dan penuh ketakutan misalnya tentang neraka, tapi ceritakan dengan cinta misalnya tentang pesona surga. Buat anak terpesona dengan Rabb nya. Perintah shalat adalah 7tahun. Jadi jangan paksa anak tertib shalat sebelum 7tahun.
๐ตAnak di bawah 7 tahun masih individualitas karena belum paham rules. Egosentris. Jadi normal dan wajar jika punya keinginan atau tidak mau berbagi.
๐ตAnak-anak yang puas egonya di bawah 7 tahun akan mudah berbagi setelahnya.
Tapi jika dibawah 7 tahun sudah diciderai fitrahnya ia akan menjadi anak yg gugup, Tidak mampu mengambil keputusan, dll.
๐ตBuat anak cinta Qur'an
jangan paksa anak bisa dan hafal baca Qur'an .
Ajari anak cinta buku bukan bisa baca buku. Karena anak yang cinta buku akan membaca seumur hidupnya.
๐ตTugas kita bukan sebanyak apa mengajarkan pengetahuan karena ilmu pengetahuan berkembang terus menerus. Tugas kita adalah menanamkan kepada anak-anak aqidah yg kuat shg semua persoalan dialam semesta mereka mampu membaca dan memecahkannya.
๐ตKenangan indah dengan orang tua saat kecil, akan terekam dan membekas di ingatan anak-anak di masa depannya.
Kalau kita sibuk mendidik anak 0-15 tahun, setelah 15 tahun kita akan menuai senyuman.
Jika kita lalai mendidik anak 0-15 tahun, maka kita akan menuai kesedihan.
๐ตJangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah. Aplg hanya pada seorg pengasuh.
Tapi orang tua harus langsung hands on. Umur 0-2 thn harus berada langsung dlm asuhan ibu sesibuk apapun ibu.
Ingat seorg ibu memang ditugaskan hanya sibuk mengurus anak bukan yg lainnya.
๐ตTumbuhkanlah fitrah dengan baik. Fitrah based education adalah menyiapkan anak-anak kita mempersiapkan peradaban.
๐ตKarakter dilahirkan apa dibentuk? Dua-duanya. Ada yang sejak lahir, ada yang dibentuk. Cerewet karakter dari lahir. Disiplin , amanah adalah karakter yg dibentuk.
๐️8 konsep fitrah yang harus tumbuh semua. Bukan pilihan.
1. Fitrah keimanan : aqidah yang kuat
2. Fitrah belajar : keingintahuan modal profesional, inovasi.
3. Fitrah bakat : potensi
4. Fitrah seksualitas : berfikir dan bersikap sesuai gender.
5. Fitrah jasmani
6. Fitrah bahasa
7. Fitrah individualitas
8. Fitrah perkembangan.
๐ตAnak hebat lahir dari ayah yang hebat. Kuatkan lisan dan pendengaran.
Dialog orang tua dan anak banyak di Al-Qur'an antara ayah dan anaknya. Tdk ada dialog antara anak dan ibu.
๐ตUsia 0- 7 thn adalah usia anak bersama ibu.
Anak laki laki usia 7-10 tahun dekatkan anak laki-laki dan ayah nya , naik gunung , dan permainan kelaki-lakian nya. Agar di masa depannya anak laki laki tumbuh menjadi laki laki yang kelaki-lakian.
Anak perempuan usia 7-10 dekatkan pada ibunya. Libatkan mereka masak, menjahit mukenanya, dan peran perempuan-perempuan lainnya.
๐ตAnak laki-laki usia 11-14 dekatkan dengan ibunya agar ia tahu peran lawan jenis nya. Kedepannya ia akan tahu bagaimana memperlakukan perempuan atau istrinya. Anak perempuan usia 11-14 dekatkan dengan ayah agar ia bisa menilai mana laki-laki baik dan tidak di masa remaja dan dewasa nya .
๐ตBagaimana jika usia 9 tahun belum mau shalat? Maka ulang lagi basic fitrah 0-7 tahun. Dimana peran ibunya ? Interopeksi buat sang ibu.
๐ตYakinlah pada fitrah anak jangan khawatirkan rezekinya di masa depan.
Ingat bgmn wasiat Nabiyullah Yaqub ketika mau meninggal ? Beliau tdk pernah takut anaknya kelaparan atau miskin. Tp takut jika anak2nya menyimpang dari agama Allah.
Harta adalah masalah remeh dan rendah. Adapun fitrah aqidah anak adalah yg paling berharga
*Jangan Ciderai Fitrah Anak*
๐ตJangan pernah membandingkan anak. Karena setiap mereka punya keistimewaan masing-masing.
Umar bin Khatab hebat tapi tidak pernah dipilih menjadi panglima perang. Karena basic nya Umar tempramental,
Maka yang selalu terpilih jd panglima perang adalah Khalid bin Walid yang tenang dan bisa mengambil keputusan dengan tepat di lapangan karena ketenangannya.
๐ตAnak yang cengeng bisa jadi ia mempunyai potensi perasa. Gampang memahami perasaan org dan mudah berempati.
๐ตAnak yang cerewet, maka poleslah agar kedepannya ia menjd seorg penceramah yg mampu menyentuh kalbu.
๐ตAnak yang keras kepala bisa jadi ke depannya ia adalah pemimpin besar.
๐ตKenakalan adalah jeritan hati yang belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yang belum tampak buahnya.
๐ตIbaratnya pohon yang belum berbuah dikasih pupuk dan air yang banyak. Akhirnya busuk. Yang diperlukan adalah kesabaran dengan pupuk yang tepat.
๐ตAnak yang suka suudzon bisa jadi kedepannya menjadi detektif, aparat penegak hukum yang membutuhkan potensi analisa dan kewaspadaan.
๐ตMotivasi dari luar atau training sekarang SDH tidak laku. Karena tidak dianggap efektif. Yang sekarang laku adalah motivasi dari dalam diri sendiri.
๐ตApapun yang Allah berikan pada anak kita harus ridha. Karena keridhaan orang tua adalah awal membuka potensi anak-anak nya..
๐ตMenyusui bukan sekedar proses memberi nutrisi tapi proses mengajarkan aqidah.
Maka jangan disambi, tapi fokus sentuhan ke sentuhan, tatapan ke tatapan, karena proses menyusui adalah transfer pesan dari Rabb kepada ibu kepada anaknya.
๐ตMembesarkan anak bukan untuk menjadi sarjana, tapi menjadi pembangun peradaban.
๐ตAnak dibawah 7 tahun harus dikenalkan dengan aqidah tapi jangan doktrin dan penuh ketakutan misalnya tentang neraka, tapi ceritakan dengan cinta misalnya tentang pesona surga. Buat anak terpesona dengan Rabb nya. Perintah shalat adalah 7tahun. Jadi jangan paksa anak tertib shalat sebelum 7tahun.
๐ตAnak di bawah 7 tahun masih individualitas karena belum paham rules. Egosentris. Jadi normal dan wajar jika punya keinginan atau tidak mau berbagi.
๐ตAnak-anak yang puas egonya di bawah 7 tahun akan mudah berbagi setelahnya.
Tapi jika dibawah 7 tahun sudah diciderai fitrahnya ia akan menjadi anak yg gugup, Tidak mampu mengambil keputusan, dll.
๐ตBuat anak cinta Qur'an
jangan paksa anak bisa dan hafal baca Qur'an .
Ajari anak cinta buku bukan bisa baca buku. Karena anak yang cinta buku akan membaca seumur hidupnya.
๐ตTugas kita bukan sebanyak apa mengajarkan pengetahuan karena ilmu pengetahuan berkembang terus menerus. Tugas kita adalah menanamkan kepada anak-anak aqidah yg kuat shg semua persoalan dialam semesta mereka mampu membaca dan memecahkannya.
๐ตKenangan indah dengan orang tua saat kecil, akan terekam dan membekas di ingatan anak-anak di masa depannya.
Kalau kita sibuk mendidik anak 0-15 tahun, setelah 15 tahun kita akan menuai senyuman.
Jika kita lalai mendidik anak 0-15 tahun, maka kita akan menuai kesedihan.
๐ตJangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah. Aplg hanya pada seorg pengasuh.
Tapi orang tua harus langsung hands on. Umur 0-2 thn harus berada langsung dlm asuhan ibu sesibuk apapun ibu.
Ingat seorg ibu memang ditugaskan hanya sibuk mengurus anak bukan yg lainnya.
๐ตTumbuhkanlah fitrah dengan baik. Fitrah based education adalah menyiapkan anak-anak kita mempersiapkan peradaban.
๐ตKarakter dilahirkan apa dibentuk? Dua-duanya. Ada yang sejak lahir, ada yang dibentuk. Cerewet karakter dari lahir. Disiplin , amanah adalah karakter yg dibentuk.
๐️8 konsep fitrah yang harus tumbuh semua. Bukan pilihan.
1. Fitrah keimanan : aqidah yang kuat
2. Fitrah belajar : keingintahuan modal profesional, inovasi.
3. Fitrah bakat : potensi
4. Fitrah seksualitas : berfikir dan bersikap sesuai gender.
5. Fitrah jasmani
6. Fitrah bahasa
7. Fitrah individualitas
8. Fitrah perkembangan.
๐ตAnak hebat lahir dari ayah yang hebat. Kuatkan lisan dan pendengaran.
Dialog orang tua dan anak banyak di Al-Qur'an antara ayah dan anaknya. Tdk ada dialog antara anak dan ibu.
๐ตUsia 0- 7 thn adalah usia anak bersama ibu.
Anak laki laki usia 7-10 tahun dekatkan anak laki-laki dan ayah nya , naik gunung , dan permainan kelaki-lakian nya. Agar di masa depannya anak laki laki tumbuh menjadi laki laki yang kelaki-lakian.
Anak perempuan usia 7-10 dekatkan pada ibunya. Libatkan mereka masak, menjahit mukenanya, dan peran perempuan-perempuan lainnya.
๐ตAnak laki-laki usia 11-14 dekatkan dengan ibunya agar ia tahu peran lawan jenis nya. Kedepannya ia akan tahu bagaimana memperlakukan perempuan atau istrinya. Anak perempuan usia 11-14 dekatkan dengan ayah agar ia bisa menilai mana laki-laki baik dan tidak di masa remaja dan dewasa nya .
๐ตBagaimana jika usia 9 tahun belum mau shalat? Maka ulang lagi basic fitrah 0-7 tahun. Dimana peran ibunya ? Interopeksi buat sang ibu.
๐ตYakinlah pada fitrah anak jangan khawatirkan rezekinya di masa depan.
Ingat bgmn wasiat Nabiyullah Yaqub ketika mau meninggal ? Beliau tdk pernah takut anaknya kelaparan atau miskin. Tp takut jika anak2nya menyimpang dari agama Allah.
Harta adalah masalah remeh dan rendah. Adapun fitrah aqidah anak adalah yg paling berharga
Minggu, 21 Januari 2018
7 KEBIASAAN AGAR BERNASIB BAIK
*TUJUH KEBIASAAN AGAR BERNASIB BAIK, IN SYAA ALLAH*
1. *KEBIASAAN BERSYUKUR*
Bersyukur adalah kebalikan dari mengeluh. Dengan mengeluh, beban batin makin berat, batin makin tidak tenang, fokus hidup tertuju pada masalah-masalah, bukan pada upaya perbaikan. Jadi jangan hanya mengeluh.
Hellen Keller yang terkenal itu, yang buta tuli sejak umur 2 thn, membuat pernyataan syukur sbb: _"Aku bersyukur atas cacat yang kualami karena melalui cacatku ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku."_
Dengan bersyukur, bathin lebih tenang, fokus hidup tertuju pada upaya-upaya perbaikan, agar nasib jadi lebih baik.
2. *KEBIASAAN BERPIKIR POSITIF*
Berpikir negatif sebagai antisipasi adalah sesungguhnya berpikir positif karena sejak awal ditujukan untuk kepositifan. Sedangkan berpikir negatif berawal dan berujung kenegatifan.
Pikiran itu seperti tanah. Positif atau negatif itu seperti benih. Menanam benih positif pada pikiran menghasilkan ucapan dan tindakan positif, yang berlanjut pada kebiasaan-kebiasaan positif, karakter positif dan nasib positif.
3. *KEBIASAAN BEREMPATI*
Berempati adalah kebalikan dari keegoisan. Biasakan menempatkan diri pada posisi orang lain, belajar melakukan apa yang anda ingin orang lain lakukan kepada anda, maka nasib baik lebih mudah hadir pada anda.
4. *KEBIASAAN MENDAHULUKAN YANG PENTING*
Jangan biarkan diri terjebak pada hal-hal tidak penting, sehingga hal-hal penting terabaikan.
Kebiasaan mendahulukan yang penting membuat hidup lebih efektif dan produktif sehingga memberi peluang lebih besar nasib baik terjadi.
5. *KEBIASAAN BERTINDAK*
Banyak orang bermimpi, tapi tidak bertindak. Orang-orang sukses bertindak, bahkan berkali-kali sebelum mereka sukses. Tak akan ada hasil tanpa tindakan. Dengan bertindak, nasib baik lebih berpeluang besar terjadi dalam hidup.
6. *KEBIASAAN MENABUR KEBAIKAN*
Prinsip tabur tuai berlaku dalam kehidupan. Jika tidak ingin menuai keburukan, tabur kebaikan. Jika ingin nasib baik, tabur kebaikan.
7. *KEBIASAAN JUJUR*
Dengan jujur pada diri sendiri dan orang lain, hidup lebih nyaman dan dipenuhi kebaikan. Kalaupun kebaikan belum datang, nasib baik belum datang, namun musibah sudah menjauh.
*Semoga kita bisa terbiasa baik. Ayo semangat*
1. *KEBIASAAN BERSYUKUR*
Bersyukur adalah kebalikan dari mengeluh. Dengan mengeluh, beban batin makin berat, batin makin tidak tenang, fokus hidup tertuju pada masalah-masalah, bukan pada upaya perbaikan. Jadi jangan hanya mengeluh.
Hellen Keller yang terkenal itu, yang buta tuli sejak umur 2 thn, membuat pernyataan syukur sbb: _"Aku bersyukur atas cacat yang kualami karena melalui cacatku ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku."_
Dengan bersyukur, bathin lebih tenang, fokus hidup tertuju pada upaya-upaya perbaikan, agar nasib jadi lebih baik.
2. *KEBIASAAN BERPIKIR POSITIF*
Berpikir negatif sebagai antisipasi adalah sesungguhnya berpikir positif karena sejak awal ditujukan untuk kepositifan. Sedangkan berpikir negatif berawal dan berujung kenegatifan.
Pikiran itu seperti tanah. Positif atau negatif itu seperti benih. Menanam benih positif pada pikiran menghasilkan ucapan dan tindakan positif, yang berlanjut pada kebiasaan-kebiasaan positif, karakter positif dan nasib positif.
3. *KEBIASAAN BEREMPATI*
Berempati adalah kebalikan dari keegoisan. Biasakan menempatkan diri pada posisi orang lain, belajar melakukan apa yang anda ingin orang lain lakukan kepada anda, maka nasib baik lebih mudah hadir pada anda.
4. *KEBIASAAN MENDAHULUKAN YANG PENTING*
Jangan biarkan diri terjebak pada hal-hal tidak penting, sehingga hal-hal penting terabaikan.
Kebiasaan mendahulukan yang penting membuat hidup lebih efektif dan produktif sehingga memberi peluang lebih besar nasib baik terjadi.
5. *KEBIASAAN BERTINDAK*
Banyak orang bermimpi, tapi tidak bertindak. Orang-orang sukses bertindak, bahkan berkali-kali sebelum mereka sukses. Tak akan ada hasil tanpa tindakan. Dengan bertindak, nasib baik lebih berpeluang besar terjadi dalam hidup.
6. *KEBIASAAN MENABUR KEBAIKAN*
Prinsip tabur tuai berlaku dalam kehidupan. Jika tidak ingin menuai keburukan, tabur kebaikan. Jika ingin nasib baik, tabur kebaikan.
7. *KEBIASAAN JUJUR*
Dengan jujur pada diri sendiri dan orang lain, hidup lebih nyaman dan dipenuhi kebaikan. Kalaupun kebaikan belum datang, nasib baik belum datang, namun musibah sudah menjauh.
*Semoga kita bisa terbiasa baik. Ayo semangat*
Sabtu, 13 Januari 2018
Delapan Jenis Rizki Dari Allah SWT
*8 JENIS REZEKI DARI ALLAH*
*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*
َูู َุง ู ِู ุฏَุงุจَّุฉٍ ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ ุฅَِّูุง ุนََูู ุงَِّููู ุฑِุฒَُْููุง ََููุนَْูู ُ ู ُุณْุชََูุฑََّูุง َูู ُุณْุชَْูุฏَุนََูุง ٌُّูู ِูู ِูุชَุงุจٍ ู ُّุจٍِูู
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).
*2. Rezeki Karena Usaha.*
َูุฃَู َّْููุณَ ِْููุฅِูุณَุงِู ุฅَِّูุง ู َุง ุณَุนَู
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).
*3. Rezeki Karena Bersyukur.*
َูุฆِู ุดََูุฑْุชُู ْ َูุฃَุฒِูุฏََُّููู ْ ََููุฆِู ََููุฑْุชُู ْ ุฅَِّู ุนَุฐَุงุจِู َูุดَุฏِูุฏٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).
*4. Rezeki Tak Terduga.*
َูู َู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَู َُّูู ู َุฎْุฑَุฌًุง( ) ََููุฑْุฒُُْูู ู ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).
*5. Rezeki Karena Istighfar.*
َُْูููุชُ ุงุณْุชَุบِْูุฑُูุง ุฑَุจَُّูู ْ ุฅَُِّูู َูุงَู ุบََّูุงุฑًุง ( ) ُูุฑْุณِِู ุงูุณَّู َุงุกَ ุนََُْูููู ู ِّุฏْุฑَุงุฑًุง
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).
*6. Rezeki Karena Menikah.*
َูุฃَِููุญُูุง ุงْูุฃََูุงู َٰู ู ُِููู ْ َูุงูุตَّุงِูุญَِูู ู ِْู ุนِุจَุงุฏُِูู ْ َูุฅِู َุงุฆُِูู ْ ุฅِู َُُูููููุง َُููุฑَุงุกَ ُูุบِِْููู ُ ุงَُّููู ู ِู َูุถِِْูู
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).
*7. Rezeki Karena Anak.*
ََููุง ุชَْูุชُُููุง ุฃََْููุงุฏَُูู ْ ุฎَุดَْูุฉَ ุฅِู َْูุงٍู َّูุญُْู َูุฑْุฒُُُููู ْ َูุฅَِّูุงُูู ْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).
*8. Rezeki Karena Sedekah*
ู َّู ุฐَุง ุงَّูุฐِู ُْููุฑِุถُ ุงََّููู َูุฑْุถًุง ุญَุณًَูุง َُููุถَุงุนَُِูู َُูู ุฃَุถْุนَุงًูุง َูุซِูุฑَุฉً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).
*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*
َูู َุง ู ِู ุฏَุงุจَّุฉٍ ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ ุฅَِّูุง ุนََูู ุงَِّููู ุฑِุฒَُْููุง ََููุนَْูู ُ ู ُุณْุชََูุฑََّูุง َูู ُุณْุชَْูุฏَุนََูุง ٌُّูู ِูู ِูุชَุงุจٍ ู ُّุจٍِูู
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).
*2. Rezeki Karena Usaha.*
َูุฃَู َّْููุณَ ِْููุฅِูุณَุงِู ุฅَِّูุง ู َุง ุณَุนَู
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).
*3. Rezeki Karena Bersyukur.*
َูุฆِู ุดََูุฑْุชُู ْ َูุฃَุฒِูุฏََُّููู ْ ََููุฆِู ََููุฑْุชُู ْ ุฅَِّู ุนَุฐَุงุจِู َูุดَุฏِูุฏٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).
*4. Rezeki Tak Terduga.*
َูู َู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَู َُّูู ู َุฎْุฑَุฌًุง( ) ََููุฑْุฒُُْูู ู ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).
*5. Rezeki Karena Istighfar.*
َُْูููุชُ ุงุณْุชَุบِْูุฑُูุง ุฑَุจَُّูู ْ ุฅَُِّูู َูุงَู ุบََّูุงุฑًุง ( ) ُูุฑْุณِِู ุงูุณَّู َุงุกَ ุนََُْูููู ู ِّุฏْุฑَุงุฑًุง
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).
*6. Rezeki Karena Menikah.*
َูุฃَِููุญُูุง ุงْูุฃََูุงู َٰู ู ُِููู ْ َูุงูุตَّุงِูุญَِูู ู ِْู ุนِุจَุงุฏُِูู ْ َูุฅِู َุงุฆُِูู ْ ุฅِู َُُูููููุง َُููุฑَุงุกَ ُูุบِِْููู ُ ุงَُّููู ู ِู َูุถِِْูู
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).
*7. Rezeki Karena Anak.*
ََููุง ุชَْูุชُُููุง ุฃََْููุงุฏَُูู ْ ุฎَุดَْูุฉَ ุฅِู َْูุงٍู َّูุญُْู َูุฑْุฒُُُููู ْ َูุฅَِّูุงُูู ْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).
*8. Rezeki Karena Sedekah*
ู َّู ุฐَุง ุงَّูุฐِู ُْููุฑِุถُ ุงََّููู َูุฑْุถًุง ุญَุณًَูุง َُููุถَุงุนَُِูู َُูู ุฃَุถْุนَุงًูุง َูุซِูุฑَุฉً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).
Rabu, 10 Januari 2018
Al Qur'an Dan Umur
*AL QURAN & UMUR*
*Berkata Abdul Malik bin Umair:*
*"Satu-satunya manusia yang tidak tua* adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".
*"Manusia yang paling jernih akalnya* adalah para pembaca Al-qur'an".
*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".
*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.*
"Perbanyaklah membaca *Al-qur'an* jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".
*Berkata Ibnu Solah :*
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca *Al-qur'an*, maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".
*Berkata Abu Zanad :*
"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca *Al-qur'an".*
*Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah:*
"Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".
"Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan".
*Berkata sebagian ahli tafsir :*
"Manakala kita menyibukkan diri dengan *Al-qur'an* maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada *Allah* agar mberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca *Al-qur'an* dan mengamalkan kandungannya".
Bila anda Cinta pada *Alqur'an* maka sebarkanlah. Demi *Allah,* sekian banyak orang yang membaca *Alqur'an* maka pahala akan mengalir pd anda.
*Umur kita terlalu singkat*
... hingga *ALLAH* kurniakan *lailatul qadar* untuk menambah umur amal.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* pinta *bersilatulrahim* untuk memanjangkannya.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *Puasa Enam hari* di bln Syawal spt berpuasa setahun.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *baca Surah Al-Ikhlas* spt membaca sepertiga *Al-Quran*.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat di Masjidil Haram* spt sholat 100 ribu lebih di masjid lain.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat berjemaah* nilainya 27x lebih drpd sholat sendirian.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat sunat di rumah* nilainya 25x lebih dpd sholat dilihat mata orang
*Hidup ini terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *satu huruf bacaan Al-Quran* dgn 10 pahala/kebaikan.
*Hidup ini terlalu singkat*
...ALLAH kurniakan siapa yg *beramal jariyah, berbagi ilmu yg bermanafaat, dan menjadikan anak2nya yg soleh,* pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya.
Wahai diri..., *usia umat Nabi Muhammad Saw. rata2 hanya 63 - 65* tahun. Kalau saat ini usia kita *Sdh 45 th,* paling lama *20 th* lagi Malaikat Al Maut akan menjemput kita..
*HIDUP INI TERLALU SINGKAT... JANGANLAH DISIA-SIAKAN KESEMPATAN YG DIBERIKAN ALLAH SWT. ... MARI BANYAK BERSAMA AL QUR'AN*
Baarokallaah......
*Berkata Abdul Malik bin Umair:*
*"Satu-satunya manusia yang tidak tua* adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".
*"Manusia yang paling jernih akalnya* adalah para pembaca Al-qur'an".
*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".
*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.*
"Perbanyaklah membaca *Al-qur'an* jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".
*Berkata Ibnu Solah :*
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca *Al-qur'an*, maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".
*Berkata Abu Zanad :*
"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca *Al-qur'an".*
*Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah:*
"Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".
"Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan".
*Berkata sebagian ahli tafsir :*
"Manakala kita menyibukkan diri dengan *Al-qur'an* maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada *Allah* agar mberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca *Al-qur'an* dan mengamalkan kandungannya".
Bila anda Cinta pada *Alqur'an* maka sebarkanlah. Demi *Allah,* sekian banyak orang yang membaca *Alqur'an* maka pahala akan mengalir pd anda.
*Umur kita terlalu singkat*
... hingga *ALLAH* kurniakan *lailatul qadar* untuk menambah umur amal.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* pinta *bersilatulrahim* untuk memanjangkannya.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *Puasa Enam hari* di bln Syawal spt berpuasa setahun.
*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *baca Surah Al-Ikhlas* spt membaca sepertiga *Al-Quran*.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat di Masjidil Haram* spt sholat 100 ribu lebih di masjid lain.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat berjemaah* nilainya 27x lebih drpd sholat sendirian.
*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Sholat sunat di rumah* nilainya 25x lebih dpd sholat dilihat mata orang
*Hidup ini terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *satu huruf bacaan Al-Quran* dgn 10 pahala/kebaikan.
*Hidup ini terlalu singkat*
...ALLAH kurniakan siapa yg *beramal jariyah, berbagi ilmu yg bermanafaat, dan menjadikan anak2nya yg soleh,* pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya.
Wahai diri..., *usia umat Nabi Muhammad Saw. rata2 hanya 63 - 65* tahun. Kalau saat ini usia kita *Sdh 45 th,* paling lama *20 th* lagi Malaikat Al Maut akan menjemput kita..
*HIDUP INI TERLALU SINGKAT... JANGANLAH DISIA-SIAKAN KESEMPATAN YG DIBERIKAN ALLAH SWT. ... MARI BANYAK BERSAMA AL QUR'AN*
Baarokallaah......
Rabu, 03 Januari 2018
Syarat Sukses Mencari Ilmu
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
SYARAT SUKSES MENUNTUT ILMU AGAMA
Sebagaimana yang disampaikan oleh al Imam asy Syafi’I dalam sya’irnya, beliau mengatakan :
ุฃุฎู ูู ุชูุงู ุงูุนูู ุฅูุง ุจุณุชุฉ * ุณุฃูุจูู ุนู ุชูุตูููุง ุจุจูุงู
ุฐูุงุก ูุญุฑุต ูุงุฌุชูุงุฏ ูุจูุบุฉ * ูุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ ูุทูู ุฒู ูุงู
“saudaraku, engkau tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara, aku akan memberitahukanmu secara terperinci yaitu: Kecerdasan, Keinginan yang kuat, Kesungguhan/Semangat, Bekal, Bimbingan seorang guru, dan Waktu yang panjang.”
Ke enam syarat yang disebutkan oleh al Imam Syafi’i tersebut adalah perkara yang mesti dimiliki oleh seorang penuntut ilmu agama jika ingin sukses di dalam mendapatkan ilmu tersebut.
1. Kecerdasan (ุฐูุงุก)
Kecerdasan ada yang berupa bawaan, yaitu memang sudah Allah tetapkan baginya sejak lahir. Dan ada pula kecerdasan yang mesti diusahakan oleh seseorang, yaitu dengan cara berdo’a memohon hal tersebut kepada Allah, sering bermuamalah dengan al Qur’an (membacanya/mentadaburinya/menghafalnya) karena salah satu keberkahan dari al Qur’an adalah meningkatkan kecerdasan seseorang.
2. Keinginan yang Kuat (ุญุฑุต)
Ketamakan akan ‘ilmu agama, betul-betul menginginkan ilmu tersebut dan keinginan kuat tersebut akan memberikan tenaga yang sangat besar bagi seorang penunutut ilmu agar mendapatkan apa yang ia inginkan, dan dengan keinginan yang kuat juga ia membuat target misalnya setiap hari dia harus membaca buku selama 2 jam. Maka dengan keinginan kuat tersebut lahirlah syarat yang ketiga yaitu Kesungguhan.
3. Kesungguhan (ุงุฌุชูุงุฏ)
Ada dua perkara yang membuat seorang hamba tidak akan pernah kenyang. Yaitu Ilmu dan Harta, seorang penuntut ilmu akan merasa semakin dia mendapatkan ilmu maka ia semakin merasa bahwa dirinya itu bodoh dan dengan sebab itu maka ia akan semakin bersungguh-sungguh untuk terus mencari ilmu.
4. Bekal (ุจูุบุฉ)
Yang dengannya kita membeli peralatan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Misalnya, pena dan buku untuk mencatat, mengeluarkan biaya untuk kendaraan ketika menghadiri majelis, dan hal-hal lainnya yang dikeluarkan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu yang mengorbankan banyak hartanya untuk melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu.
5. Bimbingan seorang guru/senantiasa bersama ustadz (ุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ)
Kalimat tersebut mengandung dua faedah yang sangat penting. Yang pertama adalah bahwa dalam menuntut ilmu agama mestilah ada seorang guru yang membimbingnya dan kita wajib menghadiri majelis yang disitu dikaji ilmu dari seorang guru yang lurus keilmuanya (sesuai al Qur’an dan Sunnah). Faedah yang kedua yaitu ketika kita telah memiliki seorang guru maka wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk menjaga adab-adab terhadap gurunya.
6. Waktu yang lama (ุทูู ุฒู ูุงู)
Sejatinya menuntut ilmu adalah sampai kita mati. Al Imam Abu Hanifah pernah ditanya oleh muridnya karena kebiasaannya yaitu membawa tempat tinta kemanapun ia pergi, sang murid bertanya “sampai kapan engkau membawa tempat tinta tersebut?” sang Imam menjawab “aku akan membawanya sampai ke Kubur”. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya memang menuntut ilmu itu sampai kita mati, dan kita berharap bisa mati dalam keadaan beribadah kepada Allah karena menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah kepada Allah ๏ทป dan dalam menuntut ilmu agama ini dibutuhkan kesabaran yang besar. Sebagaimana dalam surat al ashr ketika Allah ๏ทป menjelaskan tentang orang-orang yang tidak merugi yaitu orang-orang yang beriman, beramal shalih, mengajak kepada yang baik dan mengajak pada kesabaran. Orang yang beriman pastilah ia berilmu, karena tidak mungkin ia beriman tanpa ilmu dan ilmu tidak mungkin didapat kecuali dengan belajar sebagaimana sabda rasul ๏ทบ :
ุฅَِّูู َุง ุงْูุนِْูู ُ ุจِุงูุชَّุนَُّูู ِ
“sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar” [HR. Ath Thabrani]
Kemudian ilmu yang didapat itu ia amalkan, dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kebenaran, dan dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kesabaran, karena untuk mengamalkan ilmu dan mendakwahkannya juga perlu kesabaran maka dari itu hendaklah kita saling berwasiat kepada kesabaran.
[Dimurojaah dari Materi Muqoddimah Audio ke-7 Halaqoh Belajar Islam Angkatan 2 bersama al Ustadz Abu Sumayyah Beni Sarbeni, Lc hafizhohullah.]
Rabu, 01 Rabiul Akhir 1439 H / 20 Desember 2017
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
SYARAT SUKSES MENUNTUT ILMU AGAMA
Sebagaimana yang disampaikan oleh al Imam asy Syafi’I dalam sya’irnya, beliau mengatakan :
ุฃุฎู ูู ุชูุงู ุงูุนูู ุฅูุง ุจุณุชุฉ * ุณุฃูุจูู ุนู ุชูุตูููุง ุจุจูุงู
ุฐูุงุก ูุญุฑุต ูุงุฌุชูุงุฏ ูุจูุบุฉ * ูุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ ูุทูู ุฒู ูุงู
“saudaraku, engkau tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara, aku akan memberitahukanmu secara terperinci yaitu: Kecerdasan, Keinginan yang kuat, Kesungguhan/Semangat, Bekal, Bimbingan seorang guru, dan Waktu yang panjang.”
Ke enam syarat yang disebutkan oleh al Imam Syafi’i tersebut adalah perkara yang mesti dimiliki oleh seorang penuntut ilmu agama jika ingin sukses di dalam mendapatkan ilmu tersebut.
1. Kecerdasan (ุฐูุงุก)
Kecerdasan ada yang berupa bawaan, yaitu memang sudah Allah tetapkan baginya sejak lahir. Dan ada pula kecerdasan yang mesti diusahakan oleh seseorang, yaitu dengan cara berdo’a memohon hal tersebut kepada Allah, sering bermuamalah dengan al Qur’an (membacanya/mentadaburinya/menghafalnya) karena salah satu keberkahan dari al Qur’an adalah meningkatkan kecerdasan seseorang.
2. Keinginan yang Kuat (ุญุฑุต)
Ketamakan akan ‘ilmu agama, betul-betul menginginkan ilmu tersebut dan keinginan kuat tersebut akan memberikan tenaga yang sangat besar bagi seorang penunutut ilmu agar mendapatkan apa yang ia inginkan, dan dengan keinginan yang kuat juga ia membuat target misalnya setiap hari dia harus membaca buku selama 2 jam. Maka dengan keinginan kuat tersebut lahirlah syarat yang ketiga yaitu Kesungguhan.
3. Kesungguhan (ุงุฌุชูุงุฏ)
Ada dua perkara yang membuat seorang hamba tidak akan pernah kenyang. Yaitu Ilmu dan Harta, seorang penuntut ilmu akan merasa semakin dia mendapatkan ilmu maka ia semakin merasa bahwa dirinya itu bodoh dan dengan sebab itu maka ia akan semakin bersungguh-sungguh untuk terus mencari ilmu.
4. Bekal (ุจูุบุฉ)
Yang dengannya kita membeli peralatan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Misalnya, pena dan buku untuk mencatat, mengeluarkan biaya untuk kendaraan ketika menghadiri majelis, dan hal-hal lainnya yang dikeluarkan untuk menunjang kita dalam menuntut ilmu agama. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu yang mengorbankan banyak hartanya untuk melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu.
5. Bimbingan seorang guru/senantiasa bersama ustadz (ุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ)
Kalimat tersebut mengandung dua faedah yang sangat penting. Yang pertama adalah bahwa dalam menuntut ilmu agama mestilah ada seorang guru yang membimbingnya dan kita wajib menghadiri majelis yang disitu dikaji ilmu dari seorang guru yang lurus keilmuanya (sesuai al Qur’an dan Sunnah). Faedah yang kedua yaitu ketika kita telah memiliki seorang guru maka wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk menjaga adab-adab terhadap gurunya.
6. Waktu yang lama (ุทูู ุฒู ูุงู)
Sejatinya menuntut ilmu adalah sampai kita mati. Al Imam Abu Hanifah pernah ditanya oleh muridnya karena kebiasaannya yaitu membawa tempat tinta kemanapun ia pergi, sang murid bertanya “sampai kapan engkau membawa tempat tinta tersebut?” sang Imam menjawab “aku akan membawanya sampai ke Kubur”. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya memang menuntut ilmu itu sampai kita mati, dan kita berharap bisa mati dalam keadaan beribadah kepada Allah karena menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah kepada Allah ๏ทป dan dalam menuntut ilmu agama ini dibutuhkan kesabaran yang besar. Sebagaimana dalam surat al ashr ketika Allah ๏ทป menjelaskan tentang orang-orang yang tidak merugi yaitu orang-orang yang beriman, beramal shalih, mengajak kepada yang baik dan mengajak pada kesabaran. Orang yang beriman pastilah ia berilmu, karena tidak mungkin ia beriman tanpa ilmu dan ilmu tidak mungkin didapat kecuali dengan belajar sebagaimana sabda rasul ๏ทบ :
ุฅَِّูู َุง ุงْูุนِْูู ُ ุจِุงูุชَّุนَُّูู ِ
“sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar” [HR. Ath Thabrani]
Kemudian ilmu yang didapat itu ia amalkan, dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kebenaran, dan dengan ilmu tersebut ia saling berwasiat kepada kesabaran, karena untuk mengamalkan ilmu dan mendakwahkannya juga perlu kesabaran maka dari itu hendaklah kita saling berwasiat kepada kesabaran.
[Dimurojaah dari Materi Muqoddimah Audio ke-7 Halaqoh Belajar Islam Angkatan 2 bersama al Ustadz Abu Sumayyah Beni Sarbeni, Lc hafizhohullah.]
Rabu, 01 Rabiul Akhir 1439 H / 20 Desember 2017
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Langganan:
Postingan (Atom)